Saroo dan Jejak-jejak yang diingat

Lion movie scene 1

Rumah bagi saya bukan hanya perihal bangunan belaka, jauh daripada itu, ia menjelma menjadi perasaan yang saling mengisi dengan manusia yang meninggalinya, rumah dan manusia bertukar rindu setiap saat, memaknai ruangnya masing-masing, mengeja keberadaan untuk saling menjaga, tak jarang pula menjadi sebab kebosanan. Namun bagaimanapun, kerinduan yang dirasakan terhadap rumah selalu menjadi lebih terasa dibandingkan kebosanan itu sendiri. Dari hal tersebut, acapkali kita merasakan sebuah ketakutan, ketakutan tentang hilangnya keberadaan diri kita secara aktual di dalam rumah tersebut.

Ketakutan tersebut harus dialami oleh seorang anak (yang saat itu berusia 5 tahun) bernama Saroo. Ia dan rumahnya terpisah ribuan kilometer. Peristiwa itu ada dalam sebuah film yang digarap oleh Garth Davis berjudul Lion. Film ini diadaptasi dari sebuah buku berjudul “A long Way From Home” yang ditulis berdasarkan kenyataan yang pernah dialami oleh penulisnya sendiri, bernama Saroo Brierley.

Sebuah distrik bernama Khandwa, menjadi latar tempat utama dalam film ini, dimana tempat tersebut merupakan tempat tinggal Saroo, kakaknya yang bernama Guddu, ibunya dan adik bungsunya. Kesulitan masyarakat pada tahun 80-an di Khandwa mewarnai keseharian keluarga tersebut.

Sejak awal, film ini sudah memberikan suguhan yang manis, dimulai dengan seorang Saroo yang berdiri di sebuah lembah dan dikelilingi oleh kupu-kupu, kemudian hubungan yang akrab antara kakak dan adik yang mencuri batu bara di kereta api, untuk kemudian ditukar dengan susu murni yang akan ia bawa ke rumahnya, namun hal manis tersebut berubah menjadi sebuah kesedihan bagi mereka berdua. Saat suatu malam, kakak adik tersebut terpisah hanya karena Saroo yang tertidur di sebuah gerbong kereta yang membawanya ke sebuah tempat asing baginya. Sebuah stasiun dengan jarak seribu enam ratus kilometer dari timur Khandwa, tempat yang masih asing bagi anak 5 tahun, hingga menumbuhkan kekhawatiran lainnya.

Lion Movie Scene in Valley

Saroo dan suasana hening yang ia rasakan bersama gerombolan kupu-kupu.

Di stasiun tersebut, manusia tumpah ruah dengan kepentingannya masing-masing, (barangkali) sulit untuk memberikan perhatian kepada seorang anak yang nampak tersesat, keadaan yang menggambarkan mahalnya sebuah kepedulian.

Escaped in Train

 

Lion

 

Saroo kecil pun melewati berbagai macam rintangan yang tak jarang membuat debar-debar jantung menjadi semakin timbul. Rasakan saja saat visual kita disuguhi seorang anak kecil yang berlari-lari dari sebuah ancaman, lalu sama-sama merasakan kesedihan seorang anak yang terpisah jauh dari keluarganya dan tidak tahu saat ini ia berada dimana, kemudian menziarahi ingatan-ingatan saroo bersama kakaknya saat mencuri batu bara dan menukarkannya dengan satu kantong plastik susu murni, juga lembah-lembah tempat saroo dan kupu-kupu saling berinteraksi. Belum lagi pengaruh scoring dari seorang komposer “sialan” bernama Dustin O’ Halloran, yang sudah lama komposisi-komposisinya menemaniku di nyaris setiap malam yang memberi pengaruh dramatis terhadap beberapa scene di dalam film tersebut.

 

Saroo seeingFilm ini tidak hanya menceritakan tentang kehilangan, tetapi bagaimana seorang anak berusaha memunculkan kembali ingatan-ingatan terhadap sebuah rumah yang sudah ia tinggalkan selama nyaris dua puluh tahunan, dan juga mengingat jejak-jejak yang pernah ia lewati saat itu.

(Dalam tulisan ini masih banyak beragam hal yang cukup mengejutkan kita, sengaja tak semua saya catatkan di sini, mari memaknai sendiri)

Advertisements

3 comments

  1. iamandyna · 15 Days Ago

    Aku sudah salaman sama Saroo yang asli, Mas. Sambil sesenggukan habis nonton pastinya. :”)

    • Andihamad · 15 Days Ago

      Salaman di mana waktu itu? šŸ˜€

      Iya, film yg sukses bikin kecamuk di perasaan

      • iamandyna · 15 Days Ago

        Festival Sinema Australia Indonesia 2017. Pertama kali Lion screening di Jakarta. Luluh-lantah yaaaa…. šŸ™ƒ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s