Sepasang Manusia yang mengkhawatirkan Musim

Dreaming Trees dari Pat Metheny mengalun di telingaku, sengaja kunaikan volume suaranya agar aku tak bisa mendengar suara hujan deras yang terdengar jelas dari depan kantorku. Dua bulan ini hujan sering datang tak tertebak, ia menyerupai kejutan, aku menemukan langit terik di siang hari, dan beberapa jam kemudian, langit berubah menjadi kelabu, seperti bersiap-siap menumpahkan hujan di atas kepalamu, menghanyutkan harapan perihal jemuran yang akan kering.

p_20161013_175817

Dalam dua bulan yang sering hujanย ini, kami merencanakan sebuah syukuran sederhana, syukuran tentang sepasang manusia yang menjadi “Sah” untuk melakukan apapun berdua. Syukuran tersebut kami rencanakan untuk kami adakanย di lapangan upacara sekaligus lapang sepakbola di sebuah detasemen di Kota Bandung. Kami sibuk dengan segala konsep dekorasi, layout outdoor, properti yang akan kami gunakan, termasuk tema pakaian, konsep musik yang akan kami isi dengan komposisi-komposisi keroncong dari Gesang dan Ismail Marzuki, dan banyak hal lainnya. Kami selalu tersenyum membayangkan keluarga dan rekan yang hadir menikmati acara syukuran kami, karena bagi kami berdua, acara pernikahan adalah medium yang cocok untuk kami intervensi dengan ide-ide yang kami miliki, dengan kata lain, acara pernikahan adalah salah satu hal yang dapat merepresentasikan idealisme kami berdua, tentunya dengan budget yang tak berlebihan pula. Kami bukan tak ingin menyelenggarakan resepsi di Disneyland, atau resepsi dengan mengundang Glenn Fredly juga Krisdayanti bahkan Nazar KDI ke pernikahan kami, bukan. Karena bagi kami, berkumpul bersama kawan dan keluarga di ruang terbuka sembari menikmati cemilan, kopi dan musik keroncong adalah kemewahan sederhana yang berujung syukur bagi kami.

Karena ruang terbuka memiliki arti terbuka kepada berbagai musim, kami akhirnya menjadi sedikit khawatir akan musim di bulan-bulan ini. Kami khawatir awal Minggu pada bulan Maret pun musim hujan belum beralih. Bulan-bulan ini pun, kami menjadi lebih banyak berbincang tentang musim dan menjadi was-was ketika langit menjadi kelabu. Selain musim, perbincangan kami pun mengarah kepada frekuensi do’a yang lebih sering kami tunaikan, dan juga nama-nama pawang hujan yang akan kami ajak, termasuk memikirkan alternatif lainnya.

Namun kami bukan membenci musim hujan sama sekali, karena kami yakin, hujan selalu menawarkan romantisme nya sendiri; ia bersanding dengan teh hangat, selimut, sepasang kekasih yang saling memeluk dalam dingin, anak-anak yang menawarkan ojeg payung dengan penuh senyum dan paradoks, para calon pemimpin yang menawarkan solusi mengatasi banjir, kota yang kehilangan daerah resapan air, pedagang bajigur dengan suara khasnya, aroma indomie kuah dengan cabe rawit, celana dalam yang tak kunjung kering. Semua itu adalah romantisme.

Dibalik romantisme nya sendiri, ternyata ia menawarkan kekhawatiran pula bagi kami, namun kami yakin akan kekuatan do’a……………………………………………………………………………………………………………………… dan bantuan pawang hujan.

Tapi tetap, kami mohon do’a juga agar kami bisa berbahagia mengadakan acara dengan cuaca.

Advertisements

12 comments

  1. Rizka · February 27

    Semoga Allah mengabulkan doamu dan doa kita. Tetap keren tulisanmu,curhatnya mantap. Hehe… Tth janten undangan yg hanya bisa hadir dlm doa ya..๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ

    • Andihamad · February 27

      Terima kasih Teh, Aamiin untuk Doanya

  2. phadliharahap · February 27

    semoga bahagia

  3. andyna · February 27

    Gimana nggak romantis. Playlistnya Pat Metheny. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

  4. semoga dilancarkan ya kak nikahannyaaa

    • Andihamad · February 27

      Terima kasih banyak, do’a nya saya Aamiin-i

  5. Marissa MarQ · February 27

    Tak perlu khawatir dengan hujan. Ia tahu bahwa niat baik tak bisa diganggu gugat.

    Selamat! Barokah selalu.. ๐Ÿ™‚

    • Andihamad · February 27

      aamiin Allahuma Aamiin, terima kasih banyak ๐Ÿ™‚

  6. ganganjanuar · February 28

    Jasa pawang hujan murah, bergaransi.

  7. Tatat · March 4

    Selamat yaaa

  8. WilliamLesi · March 7

    Keren artikelnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s