Tulisan sederhana untuk seorang perempuan yang kupanggil Ibu

(Sarung sudah mulai ku kemasi, baju-baju selesai dilipat, buku-buku mulai kutumpuk untuk kumasukan kedalam tas. Tidak terasa, 3 bulan aku berdiam di Kota yang terkenal panas ini. Bulan berikutnya entah aku harus pergi ke Kota mana lagi, waktu yang harus aku bagi denganmu, mungkin ikut terpangkas, dan waktu bagi bapak ibuku pun, ikut-ikutan terpangkas)

Tak jauh aku pergi, hanya beberapa ratus kilometer, masih bisa ditempuh oleh sepeda motor, paling lama 6 jam. Jarak bukanlah masalah, namun waktu, yang berharga…

Seperti waktu-waktu yang kulewatkan untuk menyadari bahwa Uban di rambut Ibu sudah makin banyak. Dibalik uban ibu yang bertambah banyak, aku sama sekali tak pernah menemukan sedikitpun engkau mengeluhkan tentang apa yang saat ini engkau perjuangkan, Bu. Disanalah aku belajar, untuk tidak pernah mengeluh, meskipun nyatanya, saat ini masih sering kudapati diriku mengeluh.

Bu, hari ini adalah Hari Ibu, setiap orang mengucapkan selamat hari ibu kepada ibunya masing-masing. Tapi aku yakin, bagiku dan bagi setiap orang, setiap hari adalah hari Ibu, hari Ibu tak pernah mengenal kalender dan penanggalan masehi. Setiap hari adalah hari-hari dimana anak lelaki mu ini berusaha agar tak terlewat melafalkan do’a untuk mu Bu

Bu, barangkali aku sedang rindu, aku ingat ketika masih belajar bernyanyi balonku ada lima, atau lagu seusiaku dulu, ibu seringkali menyuapiku makan dengan sayur daun katuk atau bayam, aku memang susah makan sayur. Sepulang kerja, ibu tak pernah absen memasak, seingatku, ibu lebih sering berada di dapur daripada berada di depan rumah untuk berbincang dengan ibu-ibu lainnya.

Ketika Minggu pagi, ibu selalu bertanya kepadaku, “A, bade emam sareng naon?” Padahal waktu itu aku masih berada di dalam selimut, namun pertanyaan itu selalu membuatku berimajinasi tentang masakan-masakan ibu yang selalu membuatku merasa bersyukur mempunyai Ibu sepertimu. Aku menjawab “Nasi goreng merah bu, Cabe na seueur nyaa”, aku pun tertidur kembali sampai Ibu membangunkanku untuk segera sarapan. Menu sederhana itu hanya salah satu dari makanan favorit yang dibuat Ibu, selebihnya banyak, ada Tumis Cumi, Pepes Ikan, Sop Iga, Sambal goreng kentang dan Pete, masih banyak lagi.

Aku juga ingat bu, ketika ibu terkulai lemas saat jantung ibu kumat, hingga tak sadar diri, dan mengharuskan ibu dirawat di Rumah Sakit dengan selang oksigen dan cairan infus. Hal itu membuat kami khawatir dan sedih bu, sampai saat ini. Kami takut tak bisa menjaga dan merawat ibu dengan baik seperti Ibu merawat kami semua.

Dan sekarang, kami semua sadar engkaulah perempuan yang paling hebat dan kuat yang kukenal. Mengurusi kami semua dengan sangat baik. Bekerja di dua tempat dari pagi hingga malam hari. Di hari Sabtu dan Minggu, engkau pergi ke kampus. Aku takut, Ibu kekurangan istirahat, aku pun takut kami kurang perhatian.

Bu, meskipun saat ini Aku jarang sekali pulang, tapi ketahuilah bu, perasaan rindu ini selalu tahu kemana ia harus pulang.

Sabtu kemarin kita bertemu Bu, aku mengantarkan ibu ke kampus, kita singgah di sebuah warung kecil untuk minum teh dan beberapa potong gorengan, kita bercerita tentang kegiatanmu di Lab Farmasi, aku bercerita tentang pekerjaanku. Namun, Aku sedih bu, melihat uban di rambut ibu semakin bertambah banyak, kakimu lebih sering pegal dan sakit, menandakan engkau semakin berkurang usia. Maaf untuk waktu-waktu yang jarang kuluangkan untukmu Bu

Jasamu tak terhitung bu, bahkan tak mampu kami balas, biarlah kami sekeluarga mendoakanmu selalu, agar kita saling bersyukur satu sama lain. Dan ingatlah bu, ada kami, anak-anakmu yang berjuang bersama-sama denganmu, menyayangimu dengan sederhana setiap harinya, mendoakanmu tana mengenal waktu

Namun Bu, aku tidak percaya surga itu ditelapak kakimu. Aku lebih meyakini bahwa surga itu adalah engkau Bu.

 

Dari kami yang mencintai Ibu.

Bu, ingat jangan makan ikan asin yah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s