Minggu yang Haru Bersama Mereka Siswa Siswi Hebat dari SLB Negeri A

Saat itu Minggu pukul 11 siang, kaki kami menyapa rerumputan yang terhampar sederhana di depan sebuah asrama putra SLB Negeri A Citeureup Cimahi. Begitu hening yang kami dapat, hingga kedamaian silih berganti menghampiri untuk menyapa. Lalu sampailah kami di depan pintu dari ruangan asrama putra tersebut, ruangan yang tampak sederhana namun memukau kami dengan kebersihannya, menggoda untuk kami masuki. Setelah mengucap salam, kami pun masuk, terdengar riuh percakapan dari mereka yang mengisyaratkan kegembiraan. Hingga kami semakin tergoda untuk masuk kedalam ruangan tempat mereka makan, dan kami menemukan kurang lebih 20 bangku kosong tersusun rapi disana.

ImageKami keluar lagi untuk menempati bangku di luar ruang asrama tersebut, sambil menunggu beberapa kawan kami yang masih di perjalanan untuk menuju tempat yang sama. Hingga adzan dhuhur pun berkumandang menggantikan keheningan yang sedari tadi menemani kami. Kami pun bergegas untuk menuju sebuah mushola sederhana lengkap dengan Al-Qur’an braile tersimpan disana, lalu lipatan sarung yang siap digunakan serta mukena yang tersimpan rapi dan kesemuanya menjadi penghuni tetap mushola tersebut. Pemandangan yang menakjubkan dari para jama’ah yang kesemuanya merupakan penghuni asrama dari SLB tersebut saling berdatangan untuk meunaikan Sholat Dhuhur secara berjamaah. Keharuan mulai menyeruak di dalam diri kami. Karena, bagi saya, itu adalah pengalaman pertama kalinya untuk sholat berjamaah dengan mereka semua yang (maaf) Tunanetra. Mereka yang tidak bisa melihat jalan untuk menuju mushola pun dapat menggapai dan sampai ke dalam Mushola, berjamaah di dalamnya, sedangkan Saya…. Saya yang dapat melihat jalan dengan jelas, seringkali tidak ada sedikitpun usaha untuk menggapai Mushola terdekat di sekitar rumah. Gumaman dalam hati tersebut, terpotong dengan Iqamah yang menandakan, sholat Dhuhur berjamaah akan dimulai.

ImageSelesai sholat Dhuhur, beberapa rekan kami hadir dengan membawa kotak makanan yang telah dipersiapkan untuk mereka. Ya, mereka, para saudara dari SLB Negeri A citeureup Cimahi. Saat itu kami dari keluarga Berbagi Nasi Cimahi sedang bersilaturahmi dengan para saudara kami yang hebat di SLB tersebut. SLB tersebut, merupakan SLB Negeri A Kota Cimahi yang beralamat di jalan sukarasa no.40, Citeureup Cimahi. Dengan siswa siswi yang berjumlah kurang lebih 180 anak dan merupakan disability people. Pemerintah, khususnya melalui dinas pendidikan selalu membantu sekolah ini untuk terus memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh mereka, namun berbeda dengan asrama yang terdapat di belakang gedung sekolah. Asrama ini merupakan bentuk inisiatif dari para pengajar yang membentuk yayasan tersendiri untuk membangun asrama yang sangat membantu para siswa dan siswi yang berasal dari luar kota, karena asrama ini sifatnya milik yayasan, bukan milik sekolah, maka dana dari dinas pendidikan kota pun terbatas hanya untuk sekolah saja. Asrama tersebu dihuni oleh siswa siswi yang keseluruhannya berjumlah 27 orang dan itu berasal dari luar Kota Cimahi. Asrama tersebut dibagi menjadi dua ruangan, yaitu, asrama putra dan putri. Ibu Imas, salah satu pengelola asrama pun menuturkan soal kebutuhan mereka sehari-hari terlebih mengenai kebutuhan makan, karena para siswa siswi yang tinggal di asrama tersebut hanya mendapatkan jatah tiga ribu rupiah per orang sekaligus per hari. Bisa dibayangkan, seperti apa kira-kira lauk pauk yang mereka makan sehari-hari. Hal itulah yang membuat kami semua untuk bersilaturahmi bersama mereka, sekaligus makan siang bersama para siswa dan siswi yang tinggal di asrama. Karena kami sedikit banyaknya tersentuh dengan cerita dari Bu Imas, dan mudah-mudahan dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami pun bisa membantu mereka, setidaknya untuk merasakan, bahwa kami disini adalah orang-orang yang menjadikan mereka saudara yang harus kami bantu dengan sepenuh hati.

ImageKotak-kotak makanan yang sudah dipersiapkan oleh rekan-rekan kami, segera kami bawa menuju ruangan asrama putra, yang dimana, ruang tersebut akan menjadi saksi, atas terjalinnya silaturahmi yang hangat dan bermanfaat, dan tak hanya itu, di tempat itu pula, kami akan belajar banyak tentang sisi lain kehidupan yang nyata. Disana, para siswa dan siswi penghuni asrama sudah siap menunggu kami, terdengar kembali percakapan hangat dari mereka, canda tawa yang bahagia dapat kami rasakan ketika kami satu persatu mulai memasuki ruangan tersebu. Setelah mengucapkan salam dan sedikit pembukaan dari kami, kami pun bercerita sedikit tentang gerakkan Berbagi Nasi Cimahi yang sebetulnya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka semua. Setelah kami selesai bercerita, waktu pun menunjukan pukul 1 siang, dimana itu berarti telah memasuki jam makan siang mereka semua. Meskipun dengan lauk pauk seadanya, berharap itu semua bisa menjadi kebahagiaan bagi mereka Akhirnya kotak makanan pun kami bagikan kepada mereka. Setelah itu, satu persatu dari mereka membuka kotak makanan tersebut. Namun sebelumnya seperti biasa, doa sebelum makan harus ditunaikan, dan dipimpin oleh Luqman, salah satu siswa disitu. Setelah selesai, para siswa dan siswi pun mulai makan. Terlihat jelas, wajah kebahagiaan mereka, andai mereka bisa melihat wajah mereka sendiri yang menyiratkan kedamaian bagi kami semua, dan membiarkan kami untuk terus bersyukur karena kehadiran mereka ke dunia ini.

ImageSetelah makan siang selesai, giliran mereka berkenalan tentang nama, usia, asal dan cita-cita mereka semua ditambah cerita tentang keseharian mereka. Dan Subhanallah, dengan keterbatasan mereka secara harfiah, namun secara maknawiah, cita-cita mereka diucapkan dengan penuh semangat dan rasa optimis. Doa serta dukungan kita semua, haruslah menjadi penopang bagi tercapainya cita-cita mereka. Semua perkenalan dari awal sudah mulai mengundang tawa, beberapa rekan dari siswa tersebut, saling manggoda dan mengajak becanda rekan lainnya yang sedang berkenalan, kami pun ikut tertawa menyaksikan itu semua, bahagia itu sederhana. Rasa syukur menghiasi ruangan tersebut. Image

Ada Luqman yang bercita-cita menjadi guru, Indra yang bercita-cita menjadi pemain sepakbola, Tarmidji yang ingin menjadi pengusaha susu sapi dan kesemua siswa yang sungguh-sungguh memberikan kami semua motivasi dalam hidup ini. ImageAda yang menunjukan tentang bagaimana mereka menulis dengan cara mereka sendiri, yaitu dengan cara menusukkan alat ke dalam kertas dengan berpola, dan pola-pola itu pun adalah huruf atau angka, dan kami semua berdecak kagum. Tidak hanya itu, ada yang menunjukan aplikasi pada telepon genggam dan komputer khusus bagi mereka, dan lagi-lagi kami berdecak kagum dengan itu semua. ImageLalu Ada Risma yang sangat pandai bernyanyi, dia bercita-cita untuk menjadi guru seni musik, dia pun menyempatkan untuk memberikan kami satu lagu yang dia ciptakan sendiri dengan judul “sahabat”, hingga hampir semua dari kami meneteskan air mata haru karena suara tersebut berhasil menusuk ke dalam relung hati kami yang paling dalam, namun tentunya bukan itu saja, diri mereka sendiri yang membuat kami disini merasa menjadi orang yang bersyukur dan beruntung bisa bersilaturahmi dengan mereka. Giliran rekan kami yang menutup sekaligus bercerita sedikit tentang banyaknya motivasi bagi mereka untuk terus menggapai cita-cita mereka sendiri. ImageTetapi disini tentunya mereka semua yang telah memberikan begitu banyak pelajaran berharga bagi kami semua. Ya pelajaran yang sangat berharga bagi kami, tentang rasa syukur yang muncul dari keterbatasan, tentang kepekaan yang mereka ciptakan, tentang semangat yang mereka keluarkan sebagai kekuatan, tentang menggapai cita-cita dengan penuh keyakinan bahwa keterbatasan bukan merupakan alasan untuk menyerah. Ucapan salam penutup menimbulkan rasa haru kembali sekaligus rindu untuk terus hadir disana. Kami saling mendoakan.

ImageKami pun keluar bersama-sama, untuk mendokumentasikan mereka dalam potret bersama-sama. Dimana, potret itu akan selalu menjadi saksi atas lahirnya bentuk silaturahmi yang banyak pelajaran berharga di dalamnya. Terimakasih untuk kalian semua, dari kami yang bukan sesiapa. Kita adalah manusia-manusia yang memiliki keterbatasan, namun kami memiliki do’a-do’a yang tak pernah terbatas untuk kita semua. Tetaplah kalian menjadi manusia yang paling pandai bersyukur dan penebar kedamaian di semesta ini. Karena kami meyakini, bahwa Tuhan menyayangi kalian semua.

ImageImage

    Image

                                                                 “Salam dari kami semua”

Advertisements

One comment

  1. ganganjanuar · September 16, 2014

    :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s